Showing posts with label Slovakia. Show all posts
Showing posts with label Slovakia. Show all posts
Siapa di sini yang suka viewing point? *ngacung*. Siapa di sini yang suka gratisan? *ngacung*

Di sela ngumpulin niat untuk nulis tesis yang tak kunjung ada, kali ini saya menulis tentang viewing point gratisan di kota-kota Eropa yang pernah saya datangi. Melihat kota dari atas itu luar biasa, rasanya kecantikannya bertambah berkali lipat dan kita jadi punya perspektif baru dalam melihat suatu kota. Viewing point yang saya maksud adalah tempat tinggi yang dapat kita jadikan spot melihat kota dari atas.

Di mana-mana, yang namanya menuju ketinggian atau melihat sesuatu dari atas, pasti bayar. Naik ke Monas, bayar. Naik ke bar di pencakar langit Jakarta juga bayar. Apalagi naik Eiffel Tower? Nah, semoga panduan dari saya kali ini bisa membantu para desperate backpacker kayak saya untuk melihat kota dari atas, gratis. 

Paris
Di kota besar yang luar biasa cantik ini, ada dua tempat yang bisa kita datangi: Galeries Lafayette dan Basilica du Sacre Coeur.

Rooftop Galeries Lafayette: mal ini biasanya banyak orang Asia-nya karena mereka ras di dunia yang paling doyan belanja, hahaha. Bahkan saya pertama kali ketemu orang Indonesia di Eropa, ya pas di mal ini. Berbeda dengan mereka, saya nggak beli produk-produk fashion dan kecantikan yang mereka jual, tapi saya langsung cari eskalator menuju lantai teratas, rooftop-nya.
Opera, dilihat dari rooftop Lafayette
Teras Basilica du Sacre Coeur, di Montmartre: mengunjungi basilika ini plus-plus, gereja keren banget, view-nya oke punya, ada Moulin Rouge tempat berfoto di depannya, banyak toko-toko suvenir murah, dan suasana Montmartre ngangenin. Kalau kita ke basilika ini, kita akan cukup mendaki ke atas karena letaknya memang di bukit. Worth the energy, the view is stunning. Walaupun Eiffel Tower nggak kelihatan di horizonnya, tapi kita bisa melihat Paris dari atas dan gratis. 
Paris dari teras basilika, mendung karena sehabis hujan
Berlin
Gesunbrunnen Bunker: Ada 1 tempat gratis dan bersejarah yang bisa didatangi sewaktu di Berlin. Secara pribadi, saya belum pernah ke sini karena tidak sempat, but I googled it for you. Nama tempat itu adalah Gesundbrunnen Bunker, salah satu bunker Jerman yang masih bertahan berdiri tegak. Terhubung stasiun U-Bahn, jadi tempat ini gampang dicapai. Balkonnya di menara pantau paling atas bisa diakses gratis.
Menara pemantau di bunker (image courtesy of herbnl - Flickr account)
Wroclaw
Wroclaw University: Sebenernya karena host saya mahasiswa di sini, jadinya saya bisa diselundupin masuk ke menara tertinggi Wroclaw University, hehehe. Menarik banget muter-muter di dalam universitas ini. Duh, jadi kangen Eropa... :(
View dari puncak menara Wroclaw University
Praha
Prague Castle: Berkunjung ke Praha, harus mampir Prague Castle. Titik, gak ada tapi-tapi. Selain kompleks kastilnya luar biasa besar dan bersejarah, kita bisa muter-muter di dalemnya dan melihat view sebagus ini. Kalo beruntung. kita bisa nonton proses pergantian castle guard, mirip yang ada di Inggris. Kece berat, walaupun tentara Ceko. Loh.
View dari Prague Castle
Bratislava
Bratislava Castle: Saya perhatikan, hampir semua ibukota atau kota yang dulu pernah menjadi ibukota negara di Eropa Tengah atau Timur pasti memiliki kastil besar di puncak bukit, salah satunya di Bratislava. Nah, halaman-halaman kastil tersebut biasanya luas banget dan gratis, dari sini kita bisa melihat skyline kota. Tjakep.
View dari halaman Bratislava Castle, kalau naik ke menaranya pasti akan lebih bagus, tapi bayar :)
Budapest
Kompleks Buda Castle: karena Budapest terbagi menjadi dua, Buda dan Pest, lebih baik melihat kota ini dari sisi Buda yang berbukit. Sisi Pest datar saja tanpa ada bukit, sehingga kalau mau nyari viewing point pun harus dari puncak bangunan, yang pasti akan bayar. Ada 2 tempat yang bisa didatangi selain kompleks Buda Castle, yaitu Gellert Hegy.

Hanjeeer, Budapest emang my favorite city!
Gellert Hegy: artinya Gellert Hill, memang sebuat bukit menjulang setinggi 235 m (hampir dua kali tinggi Monas) menghadap Sungai Danube. Bukit ini dinamakan dari Saint Gerard yang dibunuh dari bukit ini menuju jurang di bawahnya. Sekarang di sekitar Gellert Hegy adalah rumah-rumah mewah milik pejabat dan duta besar yang bertugas di Budapest. Yaiyalah, view-nya aja priceless begitu.
Skyline Budapest dengan Sungai Danube yang memisahkan Buda (kiri) dan Pest (kanan)
Ljubljana
Ljubljana Castle: as mentioned above, a castle in the hill.

Roma
Terazza del Pincio: teras ini sebenernya adalah sebuah balkon yang menghadap ke Piazza san Popolo. Teras ini luas, saya suka berlama-lama di sini memperhatikan orang :)
Piazza del Popolo, yang pernah masuk film Angels and Demons :)

last, but not least...

Florence
Piazza Michaelangelo: the best piazza I ever been! Mungkin karena Florence, mungkin karena skyline di sini begitu perfect, mungkin karena sunset di sini luar biasa indah... Duh, kangen Florence.

The sunset that I really miss...
That's all folks! 9 kota di Eropa yang pernah saya datangi yang mempunyai viewing point gratis untuk melihat skyline kota. Aren't they all beautiful? 
Read More
Kota yang dijuluki "The Little Big City" di Eropa ini memang bisa dikelilingi dengan jalan kaki. Walaupun sudah menggunakan euro, traveling di Bratislava terbilang murah untuk ukuran Eropa. Tapi jangan salah, kota ini mempunyai GDP 30% lebih tinggi dari rata-rata negara di Eropa Timur, menjadikannya salah satu ibukota termakmur di sana. Dan uniknya lagi, Bratislava adalah ibukota yang berbatasan langsung dengan 2 negara, yaitu Austria (Vienna) dan Hungaria. Underrated banget kan? Bratislava emang unik!

Sudah pernah baca tulisan saya tentang cara menghabiskan waktu di Bratislava? Sudah? Lanjut! Belum? Baca disini

Host saya di Bratislava awalnya adalah Jihoon, seorang mahasiswa asal Korea yang tinggal bersama pacarnya yang seorang pelukis. Semalam sebelumnya, saya bahkan sempat SMS-an dengannya sebelum sampai di Bratislava. Pada saat saya mengebel apartemennya, Michaela, pacarnya yang nge-buzz membuka pintu depan. Saya mendapatinya sedang gelisah dan bingung, setelah kami duduk, dia lalu bercerita bahwa baru saja Jihoon terkena kecelakaan. Sepedanya terserempet mobil dan sekarang Jihoon di rumah sakit. 

"We can't host you right now," kata Michaela, matanya bengkak.

Saya ngerti banget dan mulai posting di grup Couchsurfing "Bratislava Emergency Couch" untuk mencari host dadakan. Buruk-buruknya nggak ada yang membalas, saya akan mencari hostel saja di pusat kota, masih murah, belasan euro per malam. Dalam hati saya membatin, "Untung nggak dapet host-nya cuma di Bratislava yang masih murah, coba kalo di Amsterdam, nyahok lo bangkrut!". Sambil mondar-mandir, Michaela mulai menelepon teman-teman Couchsurfing-nya, siapa tahu ada yang bisa menampung saya. Saya jadi kasihan sama Michaela, sudah pacarnya kecelakaan, mesti pusing juga ngurus saya. Kira-kira setengah jam, saya ngobrol saja dengan teman-teman Jihoon di apartemennya sambil mengecek apa sudah ada yang membalas pesan emergency couch saya. Nggak lama, Michaela bilang, "I got you a host, one of my friend has an unoccupied apartment."

Michal datang menjemput saya di apartemen Jihoon. Setelah mengucapkan, "Wish you all the best, send my sorry to Jihoon," ke Michaela, saya pergi mengikuti Michal. Ternyata Michal orangnya asik banget dan cheerful! Dia menawarkan membawakan backpack, membelikan tiket tram, bahkan meminta maaf nggak bisa menemani saya jalan-jalan karena bekerja. Dia punya apartemen kosong yang bisa saya tinggali selama 2 malam. Asik banget, cocok buat introvert macam saya, hehehe.

"Mi casa, es tu casa," kata Michal sambil menyerahkan kunci apartemennya ke saya. Dia lalu menyebutkan instruksi mengembalikan kuncinya nanti kalau saya sudah selesai menginap dan memeluk saya sebelum pulang. Wah apartemennya lebih dari cukup! Ada 1 kamar dengan double bed, kamar mandi dengan bath tub dan shower, dapur lengkap dengan kulkas dan peralatan makan, dan yang paling saya suka, mesin cuci! Fully furnished banget, semua siap dipakai. Saya lalu bongkar backpack dan mulai mencuci semua pakaian.

Michal's fully furnished apartment
Sorenya saya jalan-jalan ke Bratislava castle dan berbelanja untuk buka puasa dan sahur di Tesco. Bratislava kecil banget, enak banget jalan kaki keliling kota.

Pengeluaran selama di Eropa
Hari ke
Tanggal
Pengeluaran
TRS
F&B
ACC
OTH
TOTAL
SLOVAKIA: Bratislava
13.47
4-Jul-2014
Tiket 15m Bratislava
0.7
Tiket 15m Bratislava
0.7
Belanja groceries
4.12
5-Jul-2014
Tiket 60m reduced Bratislava
0.45
Tiket 15m Bratislava
0.7
Kebab (dinner)
3
Suvenir Bratislava
2.9
6-Jul-2014
Tiket 60m Bratislava
0.9
Notes: all in euro
TRS: Transportasi 
F&B: Makan dan minum
ACC: Akomodasi
OTH: lain-lain


Total pengeluaran adalah 13.47 euro untuk 2 malam, yaitu 6.73 euro per hari. Affordable yah? 

-@travelitarius at first, she wanted to visit the city because the name sound heroic BRAH-TISH-LA-VAH
Read More
Bratislava, nama yang sungguh keren diucapkan. Dianggap sebelah mata dibandingkan kemilau Praha di sebelah barat, kota ini sering dilewatkan. Sejarah Slovakia dan Bratislava juga berulang-ulang berubah. Menjadi bagian kerajaan Moravia pada awalnya, lalu jatuh ke tangan Austro-Hungarian, dikontrol oleh Jerman pada masa perang dunia, lalu menyatu dengan Republik Ceko menjadi Cekoslovakia. Kemudian berpisah dari Ceko ketika Uni Soviet runtuh dan menjadi negara sendiri.

Kota ini dulu disebut "Pressburg" dalam bahasa Jerman atau "Pozsony" dalam bahasa Hungaria, seperti yang dituturkan teman saya yang seorang guru sejarah di Budapest dan dia risih mendengar Bratislava dari saya. "Not Bratislava, I hate that name, it's Pozsony! Slovakia was supposed to be a part of Hungarian Empire." Kalo udah ngomong gitu, saya lambai-lambaikan tangan aja deh.

Sungai Danube. UFO yang ada di puncak jembatan itu isinya restoran lho!

Read More
Previous PostOlder Posts Home